Inspektorat Daerah Kabupaten Rejang Lebong menggelar Worksop audit kinerja Dalam Rangka Kapabilitas APIP level III Dan Mempertahankan OPINI WTP Dilingkungan Inspektorat Kabupaten Rejang Lebong.

Inspektur Inspektorat Daerah Rejang Lebong. Workshop yang digelar disalah satu hotel tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas APIP, karena berdasarkan penilaian BPKP, masih terdapat kelemahan-kelemahan APIP dalam menjalankan perannya.

“Berdasarkan penilaian dari BPKP bahwa masih ada kelemahan dalam audit kinerja, audit kinerja inikan diawali dari penyusunan rencana berbasis resiko, dalam hal ini kita masih banyak kelemahan, sehingga Workshop ini untuk menjawab itu. Selasa (3/3/20).
Dia menjelaskan, kedepan pihaknya tidak akan lagi melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kegiatan yang dilakukam OPD, melainkan pihaknya hanya akan melakukan audit terhadap program-program tertentu yang memiliki resiko tinggi.
Hasil dari Workshop itu nantinya, dilanjutkan dia akan tetap dimonitor oleh BPKP, apakah rekomendasi-rekomendasi yang diberikan diimplementasikan atau tidak.
“Sehingga nanti jika itu sudah bagus itu akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap kita melakukan audit,” imbuhnya.
Dengan Workshop yang diikuti oleh sebanyak 12 Auditor APIP, 12 Pejabat Pengawas Urusan Pemerintah (P2UPD) dan seluruh pegawai Inspektorat tersebut dirinya berharap, audit kinerja kedepan menjadi lebih baik, sehingga dapat meningkatkan level maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Pemkab Rejang Lebong yang saat ini masih diposisi level III.
Disisi lain, Korwas Bidang Program Pelaporan dan Pembinaan APIP (P3A) BPKP Perwakilan Provinsj Bengkulu, Haryadi Sitorus yang mengisi Workshop tersbeut mengatakan, pihaknya memberikan pengetahuan dan pemahaman terkait kinerja APIP yang semestinya, sehingga audit kinerja yang dilakukan dapat terukur.
“Audit kinerja ini tujuannya mengukur 3E, yakni ekonomis, efisien dan efektif, ekonomis dari segi biaya, efisien dari segi input dan output dan efektif dari segi manfaat, ternyata selama ini APIP masih membahas 3E secara umum tanpa ada ukuran yang pasti,” bebernya.
Dia menambahkan, kerja Auditor memiliki resiko yang tinggi terhadap hasil kegiatan auditnya terlebih jika diserahkan ke penegak hukum, tetapi apabila pelaksanaannya dilakukan secara benar dan teratur semuanya dapat dipertanggung jawabkan.
“Untuk meningkatkan level maturitas salah satunya adalah audit kinerja yang berkualitas, selama ini sudah dilakukan namun ya sedikit ‘abu-abu’ rekomendasinya belum kearah GRC (Governance, Risk, and Control,red),” imbuhnya.
Dia menilai, saat ini SPIP Rejang Lebong sudah bisa masuk level III, hanya saja masih butuh peningkatan-peningkatan kualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *